Friday, April 27, 2012

Pertemuan Kedua

Ketika fajar mulai menyingsing
kubuka perlahan mata yang terpejam
langsung teringat raut indah wajahmu
yang setiap hari memenuhi hatiku
Layaknya topan menerpa jiwa
penyesalan dan kekeccewaanku
mengapa aku baru mengenalmu
disaat kita kan berpisah
kutertegun di ruang sempitku
memikirkan tentang dirimu
Apakah kita akan bertemu lagi
setelah perpisahan yang akan kita lalui
terasa semakin penuh jiwa ini
Hembusan angin berbisik pelan dalam hatiku
berkata bahwa aku akan menemukanmu dilain hari
meyakinkanku bahwa kaulah takdirku
Dan aku mulai berpikir
ini memang jalan yang telah ditakdirkan Tuhan
agar kita mengerti, agar kita memahami
Dengan perpisahan kita akan tahu
betapa berharganya sebuah pertemuan
dan jika kita akan bertemu lagi
kita akan lebih saling menjaga
Hingga matahari beranjak pergi
kau akan disisiku, menjadi milikku
setelah kita dipertemukan lagi

Inilah Waktuku

Ketika waktu telah mengijinkan
ingin kukatakan sayang padamu
yang telah lama terpendam
terasa semakin sesak dihati
Aku tak berharap
kau mau membalas rasaku
karena ku tahu dan aku mengerti
kau tak mungkin melakukan itu
Aku sadar...
sekarang kau miliknya
dan kuharap kau bahagia bersamanya
Namun aku juga tak mampu
lebih lama memendam rasa ini
mungkin inilah waktu yang tepat
untuk katakan..
Aku sayang, aku cinta kamu
meskipun kau takkan jadi milikku
tak jadi masalah bagiku
Aku hanya ingin kau tau dan menyadari
Aku menyayangimu sampai saat ini..

Thursday, April 26, 2012

Saat-saat pertama

Begitu terasa getaran hati
saat kau ajak bicara untuk pertama kali
hatiku berkata ada yang spesial darimu
kelembutan tutur katamu, nada bicaramu
menyentuh jiwaku...
menghidupkan rasa yang baru saja layu
Sangat terasa denyut cinta
saat kau menatap mataku untuk pertama kali
kubalas tatapanmu dengan senyuman
aku merasakan sesuatu yang lain darimu
yang tak pernah kudapati dengan yang lain
mungkin inilah yang dinamakan
Cinta pada pandangan pertama
memang tak lama kita bertatap muka
tapi raut wajahmu selalu terbayang
melekat menemani hari-hariku
Hati kecilku berkata
kaulah yang kucari selama ini
memang aku baru mengenalmu
namun kuharap aku dapat menemani harimu
menyelami lebih dalam kehidupanmu
Dan kuingin kau ada disetiap hariku
untuk menjadi milikku seutuhnya
Kuyakin kaulah takdirku yang diberikan Tuhan
Inilah doaku.. :)

Apa Maksudmu

Sering tak kurasa nyaman didekatmu
entah apa yang membuatku resah
gundah gulana tak menentu
Sering kurasa sedih saat disampingmu
sikapmu yang selalu mengacuhkanku
layaknya patung yang tak pernah kau hiraukan
Sekarang aku tersadar
kau tak peduli terhadapku
tak pernah mau tahu urusanku
Kau hanya ingin
aku peduli padamu, aku menyadari masalahmu
tanpa sedikit pun kau memikirkan perasaanku
aku mulai bingung dengan sikapmu yang seperti itu
tak mengerti apa maksudmu
dan kurasa lelah jalani ini denganmu
Bila memang kau tak mau denganku
kumohon hentikan harapan palsumu
hatiku serasa pucat pasi
dalam hatiku ingin kembali pada cinta yang dulu
yang pernah kurasa...
kenyamanan dan kepedulian seorang perempuan

Sunday, March 18, 2012

Sunyi, Sepi, Mimpi

Bintang malam pun tak tahu
apa yang terjadi saat ini
Hanya diam dan membeku dalam sunyi
kehampaan seakan mengalir dalam nadi
meluluhkan rasa ini...
Dikegelapan kuterhempas angin
kesunyian adalah teman seejati
Embun menetes..
menyatu diatas air
Mencoba beranjak dalam angan
mimpiku terwujud nyata
dan inilah yang kunanti
Hari esok yang menjelma...

Saturday, March 10, 2012

Tetap sendiri

Aku membisu...
membisu di tengah keramaian
tak sesosok pun menghentakku
tetap sendiri dan membisu

Aku bersedih...
bersedih didalam kebahagiaan
tak seorang pun menarikku dari kepenatan
tetap sendiri dan bersedih

Aku tertidur...
tertidur saat terjaga
tak ada satu mimpipun yang membangunkanku
tetap sendiri dan tertidur

Aku sendiri, tetap sendiri
dan saat ku benar yakin hanya sendiri
tersadar bahwa ada kawan yang menemaniku
aku berteman dengan rasaku
tapi tetap tak dapat kurasa kebahagiaan
tersimpul dalam dalam benak ini
Aku tetap sendiri,
terlelap membisu dalam pucat pasi

Friday, March 9, 2012

Kapan?

Kapan?
Ku harus menanti
datangnya peri kecilku
membuka ruang,
melukiskan pelangi di akhir jalanku

Kapan?
Entah, hanya rantai waktu yang akan menjawab
dengan kepastian yang disuguhkan
tinggal menanti,
sampai datang hakiki yang sesungguhnya

Kapan?
Hal ini akan terukir
Apakah harus menunggu kedatangan dewi fortuna?
agar peri kecilku sampai disini
Ataukah harus menunggu menuanya waktu?
hingga kutemukan akhir ini
satu kata yang masih terbelit
"KAPAN?"